Posted by : ANEKA CRIMINAL Jumat, 28 September 2012



  AMARTHA STUDIO Bayi “cyclops” (bermata satu) telah dilahirkan di Kabupaten Ketapang, Kal-Bar. Saat ini usianya 15 hari dan masih dirawat di ICU RSUD dr.Agoesdjam, Ketapang, Kal-Bar.
Kejadian ini bermula pada hari Sabtu, 1 Oktober 2011, siang hari, pas saya sedang jaga UGD, tiba-tiba seorang Ibu datang menggendong seorang bayi yang masih merah. Katanya, “dok, tolong dok….”.  Saya pun mendatangi ibu itu dan melihat bayinya.  Alangkah kangetnya, bayi itu hanya memiliki satu lubang mata di kepalanya. Bayi ini juga tidak memiliki hidung sehingga kesulitan bernapas. Saat datang ke UGD, bayi ini tampak membiru karena kekurangan oksigen.
Saya pun segera membawa pasien ini menuju ke Kamar Resusitasi Neonatus di Bagian Kebidanan untuk pertolongan pertama bayi ini. Bidan dan Perawat pun dengan sigap menerima bayi ini. Selang oksigen pun dipasang melalui mulutnya (karena tidak ada lubang hidung) dan segera dilakukan suction (penyedotan) lendirnya. Warna kulit bayi ini yang semula kebiruan pun berangsur-angsur memerah, menandakan kadar oksigen dalam darahnya meningkat.
Selanjutnya bayi ini pun dipindahkan ke ruangan ICU (ruang rawat intensif). Semestinya di NICU (ICU khusus neonatus/bayi baru lahir), namun karena keterbatasan RSUD, hanya terdapat ICU. Bayi ini ini mendapat penanganan bersama oleh dr.Sp.Anak, dr.Sp.Mata, dr.Sp.THT serta diawasi selama 24 jam bergantian oleh perawat-perawat ICU.
Bayi ini merupakan buah hati dari pasangan Ny.Ita (18 thn) dan Tn.Muslimin (21 thn). Bayi ini berjenis kelamin perempuan dan merupakan bayi pertama yang dinanti-nantikan oleh pasangan ini. Bayi ini dilahirkan melalui persalinan normal, di Pelang (berjarak 20 km dari RSUD). Saat dilahirkan, keluarganya keget melihat wajah bayi ini. Nenek dan Ayah bayi pun segera membawanya ke RSUD.

Awal mulanya kami semua tidak menyangka bayi ini dapat bertahan hidup selama ini. Karena dari literatur yang ada, kebanyakan bayi ini tidak bisa bertahan hidup lama. Hasil seaching di google, pernah ada kejadian serupa di India namun bayinya hanya bertahan hidup selama 1 hari (http://www.aolnews.com/2011/03/24/baby-with-1-eye-and-no-nose-born-in-india-survives-1-day/).
Oleh karena RSUD dr.Agoesdjam mengalami keterbatasan fasilitas dalam merawat bayi ini sehingga disarankan oleh dr.Sp.Anak untuk dirujuk ke RS di Jakarta yang memiliki sarana yang lebih lengkap. Namun keluarga pasien mengalami keterbatasan biaya sehingga masih dirawat di RSUD dr.Agoesdjam dengan menggunakan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu).
Bayi ini saat dilahirkan, berat badannya 1900 gram dan saat ini telah naik menjadi 2000 gram. Semoga bayi  ini dapat terus bertahan hidup

Popular Post

About

Blogroll

- Copyright © amartha STUDIO | technology future -3D GIF- Powered by Blogger - Designed by amartha studio -