Posted by : ANEKA CRIMINAL Minggu, 21 Oktober 2012


Pas lagi berselancar di dunia maya, nggak sengaja dapat berita tentang kakak beradik yang membuat antivirus. Sebenarnya sih itu warta yang udah lumayan lama. Berhubung jarang nonton televisi dan mengikuti situs berita online, jadi saya baru tahu warta itu sekarang, hehe….
Nah, dua bersaudara yang saya maksud itu adalah Taufik Aditya Utama (kakak) dan Arrival Dwi Sentosa (adik). Berawal dari rasa kesal terhadap virus-virus yang menyerang komputer sang ayah, mereka berdua pun bekerja sama untuk menciptakan antivirus yang kemudian diberi nama Artav Antivirus.
Nama ‘Artav’ merupakan rekayasa (gabungan) dari nama mereka berdua sebagai penciptanya, yakni Arrival dan Taufik. Arrival khusus mengerjakan coding dan programming, sedangkan Taufik menggarap interface dan desain tampilan program. Keduanya menyatukan keahlian hingga kemudian berhasil menghasilkan antivirus yang cukup ampuh.
Awalnya, saya kira Arrival dan Taufik itu adalah seorang ahli komputer lulusan universitas ternama. Namun, ternyata mereka masih sangat muda! Ketika menciptakan dan mengembangkan Artav setahun terakhir ini, Taufik masih kelas XI di SMA 25 Bandung, sedangkan Arrival masih duduk di kelas VIII SMP 48 Bandung. Sungguh membanggakan prestasi dua pemuda Indonesia ini.
Bila tidak memiliki pengalaman dan latar belakang pendidikan ilmu komputer yang kuat, dari mana mereka memperoleh pengetahuan hingga akhirnya bisa menciptakan antivirus? Wow, ternyata mereka belajar secara otodidak dari buku-buku dan internet. Bila ada buku yang ingin Arrival beli, ia mencatat daftarnya, dan kemudian menyerahkannya kepada sang ibu. Kebetulan ibu mereka senang dan sering bertandang ke toko buku. Sang ibulah yang kemudian membelikan buku-buku yang judulnya ada dalam daftar tersebut.
Terkait proses pembuatan dan pengembangan Artav, Arrival dan Taufik rajin mengumpulkan database virus dari satu warnet ke warnet lain. Arrival beralasan, di warnet biasanya banyak terdapat virus yang merajalela, khususnya virus lokal. Memang, beredarnya virus biasanya berawal dari warnet, lalu menyebar melalui beragam media, salah satunya flashdisk.
Menurut Arrival, virus yang sulit dikenali dan dibasmi biasanya merupakan virus lokal yang database-nya belum dimiliki oleh antivirus dari luar negeri. Hal itu memang merupakan salah satu kelemahan antivirus nonlokal. Untuk Artav sendiri, 60 % database yang ada di antivirus itu merupakan virus lokal. Karena alasan itulah Artav Antivirus bisa dikatakan cukup andal dalam membasmi virus-virus lokal. Hal ini menjadi kelebihan Artav dibanding antivirus gratisan dari luar negeri, misalnya Avira Antivir atau AVG.
Seperti antivirus lainnya, Artav Antivirus juga memiliki beberapa kelemahan, misalnya kadang “tidak berdaya” di depan virus-virus ganas dari luar negeri. Untuk kelemahan lainnya, saya kurang tahu persis, tapi teman-teman bisa cari informasinya di Google, hehe…. Terlepas dari kelemahan Artav, saya tetap kagum dengan prestasi kakak beradik Arrival dan Taufik. Meski masih sangat muda, mereka bisa menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.
Saat ini Artav Antivirus sudah tersedia hingga versi 2.6 dan bisa di-download secara gratis di website resmi Artav, yakni www.artav-antivirus.com

Popular Post

About

Blogroll

- Copyright © amartha STUDIO | technology future -3D GIF- Powered by Blogger - Designed by amartha studio -