Posted by : ANEKA CRIMINAL Sabtu, 20 Oktober 2012


BANGKALAN  - Setahun belakangan ini Hazem hanya bisa terkulai lemah di tempat tidur. Pemuda berusia 17 tahun asal Dusun Naro'an Timur, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, Bangkalan, Madura, itu terserang penyakit yang melumpuhkan dan mematikan aktivitasnya.

Seluruh tubuh pemuda lulusan sekolah dasar (SD) tersebut ditumbuhi penyakit aneh. Benjolan kecil menyerupai cacar dan sisik berwarna hitam rata membalut raganya. Sebagian kulitnya mengering dan mengelupas meninggalkan bekas luka yang tak sedap dipandang. Seluruh tubuh anak kedua dari empat bersaudara ini terbujur kaku dan tidak bisa bergerak.

Hanya jari-jari tangan yang berfungsi. Untuk makan dan minum saja dia tidak bisa duduk,harus disuapi keluarganya. Menurut Mat Rakis, 38, orangtua Hazem, penyakit aneh tersebut berawal dari sebuah benjolan yang tumbuh di pipi kanan.Awalnya dibiarkan saja karena disangka hanya penyakit kulit biasa. Tapi beberapa bulan setelah kemunculan benjolan itu,bintikserupamenjalarke beberapa bagian tubuh,merata dari dada hingga punggung.

Makin lama, kata Rakis, penyakit tersebut makin menjadi dan menyerang seluruh tubuh anaknya. Medis angkat tangan,tak bisa menangani penyakit Abul Hazem. Melihat kondisi yang kian memburuk itu, keluarga hanya pasrah. "Hanya sekitar mulut, telapak tangan, dan telapak kaki, yang tidak ditumbuhi penyakit itu.Bagian tubuh yang lain sudah rata," kata Mat Rakis saat menemani anaknya kemarin.

Selain seluruh tubuh tak bisa digerakkan, juga diserang panas dan gatal tak terkira di sekujur tubuhnya. Untuk mengurangi penderitaan anaknya, Mat Rakis selalu menyediakan kipas angin yang selalu terpasang di pojok kamar tidur. Tiap kali merasakan gatal, dia selalu minta tolong keluarganya untuk menggaruknya terus-menerusselamaberjam- jam.

Dia tidak bisa melakukannya sendiri karena lumpuh. Tiap kali digaruk, selalu merintih, bahkan menangis, menahan sakit dan perih. Rakis menambahkan, soal makanan, masih tergolong normal. Satu hari bisa makan tiga kali layaknya orang lain.Namun, tidak semua jenis makanan bisa dikonsumsi. Berdasarkan saran dokter, hanya boleh makan nasi dengan lauk daging dan tahu. Rakis mengaku, keluarga pernah membawa ke RSU dr Soetomo Surabaya.

Di rumah sakit terbesar di Indonesia timur itu, menjalani perawatan selama satu bulan, sepanjang Agustus hingga September lalu. Berhubung tidak ada tanda-tanda membaik, terpaksa dibawa pulang kembali. Setelah pulang dari rumah sakit, penyakitnya kian parah."Saat kami tanya,dokter sendiri tidak tahu jenis penyakit apa yang diderita anak saya.Malah kondisinya semakin memburuk sehingga terpaksa kami bawa pulang," kata Rakis.

Mukdiyah,36,ibu menambahkan, sebelum dibawa ke Surabaya, sudah berkali-kali coba dibawa ke dokter yang ada di Bangkalan.Namun,semua dokter angkat tangan dan menyarankan agar diobatkan ke Surabaya. Seluruh biaya pengobatan ditanggung penuh oleh keluarga. Dirasa berat memang, karena perekonomian keluarga Rakis sendiri tidak mapan. Dia berharap ada bantuan dari pemerintah setempat sehingga beban keluarganya bisa sedikit berkurang.

"Semua biaya berobat dari kantong pribadi kami. Sebagian masih pinjam dari beberapa sanak saudara," kata Mukdiyah.Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan dr Fahrurrozi mengaku belum tahu pasti penyakit yang diderita Abul. Hari ini dia berencana meninjau langsung kondisi Abdul. Setelah melihat foto Hazem, Fathurrozi menjelaskan, berdasarkan ciri-ciri penyakit, kemungkinan mengidap penyakit kulit yang disebabkan dua faktor, yaitu daya tahan tubuh lemah dan terjangkit virus stefen jhonson syndrome.

"Untuk kepastiannya, besok (hari ini) kami akan melihat korban sekaligus akan menyarankan langkah medis,"ungkapnya. Fathurrozi menambahkan, bila keluarga korban termasuk dalam kategori warga miskin (gakin) dan tidak mampu,maka bisa dipastikan seluruh biaya pengobatan akan bebas. Biaya tersebut juga masuk dalam program kesehatan gakin. Sebagian akan dialokasikan dana pendamping dari Bupati.

Popular Post

About

Blogroll

- Copyright © amartha STUDIO | technology future -3D GIF- Powered by Blogger - Designed by amartha studio -