Posted by : ANEKA CRIMINAL Senin, 04 Februari 2013

Awalnya, James Hanjaya cukup getol memodifikasi All New Honda Jazz RS 2011. Tapi lantaran oprekan lebih sering dilakukan di bengkel Top-setup Auto Mechanic yang kebanyakan mobil-mobil lama era 90-an, mampu membuat James berpaling ke lain hati.

"Kayaknya lebih seru main mobil lama, gampang diutak-atik dan parts racing-nya lebih banyak," ujarnya sedikit mengeluhkan part racing untuk Jazz lebih sulit didapat dan lebih mahal. Beruntung James bertemu Hardy Halim sang punggawa bengkel. Atas saran Hardy, dipinanglah sebuah Honda Civic Genio tahun 1993.

 Gaya racing sudah jelas menjadi sasaran. "Yang penting enak buat daily sama kontes aja, tapi enggak ekstrem kok," senyum James yang membandingkan gaya murni JDM yang banyak diterapkan pemilik Genio butuh biaya jauh lebih mahal.
Langkah awal, mengeksplorasi jeroan mesin standarnya yang berkode D16A. Blok silinder berganti kode ZC berkapasitas 1.600 cc, begitu juga piston menggamit PM1 75.5 mm bawaan Honda. Kemudian, lubang isap kepala silinder dihaluskan dengan metode porting and polished.



Lalu, kem dipercaya produk Camtech Australia berdurasi 272° yang dipadu gir kem model adjustable racikan Top-setup. Pengaturan timing pengapian dan suplai bahan bakar mengandalkan throttle body baru label BBK 62 mm. Penggantian ini diiringi penyempurnaan pada intake manifold.

Agar ruang mesin tambah gaya dan pasokan udara lebih banyak, air filter HKS dijejalkan dengan intake model ular Jepang Tsuchinoko. Sistem pembuangan sekalian dibenahi dengan mengganti header konfigurasi 4-1 buatan DC Sport yang dilanjutkan pipa tengah selebar 2 inci.
 Beberapa part kompetisi lain pilihan James juga turut dibenamkan. Dengan racikan seperti ini, dirasakan torsi yang lebih melimpah. "Kalau standarnya di 120 dk, sekarang jadi 160 dk, torsi juga naik jadi 190 Nm dari awalnya 144 Nm," sebut Hardy mengacu pada hasil pengukuran dynamometer test.

Beres urusan mesin, tinggal memoles tampilan luar dalamnya. Kaki-kaki jadi tahapan kedua, pelek sengaja hanya mengaplikasi Enkei RPF-1 lingkar 16 inci yang dibalut ban Toyo Proxes 4 ukuran 195/50-R16. Suspensi mengandalkan paduan sokbreker Bilstein dan per Jamex. "Menyesuaikan horse power," singkat modifikator yang gemar moge ini.


Tampilan luar mengaplikasi paket body kit full bumper dan add-on dengan tambahan GT-Wing di kap bagasi agar sesuai tema, namun tidak mengurangi performa. Makin eye catching bodi asli dilabur kelir baru sonic blue metallic dari Spies Hecker.

Total pengerjaan memakan waktu dua bulan dengan beberapa pekerjaan diambil alih James dengan metode do it yourself alias mengerjakannya sendiri di waktu luang. Manta

6 Responses so far.

Popular Post

About

Blogroll

- Copyright © amartha STUDIO | technology future -3D GIF- Powered by Blogger - Designed by amartha studio -